Sunday, October 20, 2013

Psikologi Manajemen : Pengertian Manajemen, Kepemimpinan dan Perencanaan

v  Pengertian Manajemen
Manajemen dapat diartikan sebagai proses mengkoordinasikan serta mengawasi pekerjaan orang lain agar dapat terselesaikan dengan efektif dan efisien. Efisiensi yaitu pencapaian tujuan dengan menggunakan input yang seminim mungkin atau biasa disebut dengan ‘doing things right’. Sementara efektifitas lebih menekankan pada penyelesaian pekerjaan agar tujuan dapat tercapai atau biasa disebut ‘doing the right things’. Fungsi dari manajemen mencakup 4 aktifitas yaitu merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading) dan mengendalikan (controlling). Menciptakan tujuan, membangun strategi-strategi untuk mencapai tujuan tersebut, serta membangun rencana-rencana untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai aktivitas termasuk di dalam fungsi merencanakan. Mengatur dan menata pekerjaan untuk mencapai tujuuan organisasi merupakan fungsi mengorganisasikan. Bekerja dengan memimpin orang-orang dalam organisasi merupakan fungsi memimpin. Mengawasi, membandingkan serta memperbaiki kinerja merupakan fungsi mengendalikan.

v  Jenis Manajemen
·         Manajemen keuangan, yaitu merencanakan, menganggarkan, mencari, menyimpan, memeriksa, mengelola dan mengendalikan dana yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok (perusahaan maupun organisasi).
·         Manajemen pemasaran, yaitu suatu proses yang berjalan dengan tujuan agar menetapkan suatu harga serta promosi, menyalurkan gagasan dan sebagainya agar dapat mempertahankan "kehidupan" suatu perusahaan maupun untuk mengembangkan perusahaan tersebut sehingga pada akhirnya dapat mencapai keutungan yang maksimal dengan pengorbanan seminimal mungkin.
·         Manajemen resiko, yaitu suatu pendekatan metodologi yang terstruktur dengan maksud agar dapat mengelola kemungkinan - kemungkinan buruk yang dapat terjadi (ancaman).
·         Manajemen pendidikan, yaitu sumber - sumber pendidikan dibuat lebih terpadu/terpusat agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif maupun efisien.
·         Manajemen strategi, yaitu suatu proses yang dilakukan guna mengidentifikasi (menganalisis) "apa" dan "bagaimana" hasil yang ingin di capai tersebut.
·         Manajemen sumber daya manusia, yaitu merupakan cara untuk mengatur suatu hubungan maupun peran para tenaga kerja (SDM) yang dipunyai oleh suatu 1 orang/kelompok agar dapat dipekerjakan secara maksimal tetapi tetap menonjolkan keefektifan serta efisien, agar dapat mencapai tujuan.
·         Manajemen informatika, yaitu memanfaatkan sumber daya (dalam hal ini, segala yang berhubungan dengan informatika) agar kelak dapat tercapai tujuan yang ditetapkan.
·         Manajemen produksi, yaitu aktivitas mengatur, mengkoordinasi, serta mengawasi bagaimana sumber daya (manusia, alat, dana, bahan) digunakan secara efektif dan efisien agar dapat menciptakan suatu barang/jasa yang memiliki nilai kegunaan yang tinggi.
·         Manajemen konflik, yaitu bagaimana mengatur, mengkoordinir/mengarahkan suatu konflik yang sulit untuk diakhiri hingga akhirnya dapat mengakhiri konflik tersebut. Biasanya yang melakukan manajemen konflik ini adalah para pelaku konflik maupun perantara (pihak ketiga/penengah) dari konflik tersebut.
·         Manajemen proyek, yaitu suatu proses kegaiatan manajemen dalam suatu proyek.

v  Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan sesuatu yang pemimpin lakukan atau dapat dikatakan proses yang mempengaruhi suatu kelompok/organisasi untuk mencapai tujuannya. Sementara pemimpin adalah seseorang yang dapat mempengaruhi orang lain serta memiliki kewenangan manajerial.

v  Pengertian perencanaan
Perencanaan merupakan salah satu fungsi dari manajemen yang termasuk menciptakan tujuan, membangun strategi-strategi untuk mencapai tujuan tersebut, serta membangun rencana-rencana untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai aktivitas

v  Manfaat Perencanaan
·         Memberikan arahan. Ketika para manajer dan karyawan mengetahui apa yang ingin dicapai oleh organisasi dan apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai tujuan tersebut, mereka akan mampu mengkoordinasikan pekerjaan mereka agar selaras, dan bekerjasama dengan orang lain serta melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
·         Mangurangi ketidakpastian. Hal ini dilakukan dengan memaksa para manajer untuk melihat ke depan, mengantisipasi perubahan, memperhitungkan dampak perubahan dan membangun rekasi-reaksi yang diperlukan. Sehingga dengan adanya perencanaan, perubahan yang akan terjadi di masa mendatang dapat diantisipasi sehingga mengurangi ketidakpastian di masa mendatang.
·         Mengurangi hal-hal yang tidak diperlukan atau ha-hal yang berlebihan. Ketika pekerjaan disesuaikan dengan rencana yang telah dibangun, maka hal-hal yang tidak diperlukan atau hal-hal yang berlebihan dapat dikurangi. Hal ini akan membuat organisasi menjadi lebih efisien di dalam mencapai tujuan.
·         Membangun tujuan atau standar yang digunakan untuk pengendalian. Ketika para manajer membuat rencana, mereka membangun tujuan serta rencana-rencana. Ketika mereka mengendalikan, mereka melihat apakah rencana tersebut dapat terlaksana dan selaras dengan tujuan atau tidak. Tanpa adanya rencana, tidak akan ada cara untuk mengendalikan.

v  Jenis Perencanaan dalam Organisasi
·         Breadth (Lingkup) :  Strategic vs Operational
Rencana strategis adalah rencana yang diaplikasikan pada keseluruhan organisasi, membangun keseluruhan tujuan organisasi sementara rencana operasional rencana-rencana yang lebih mendetail  mengenai bagimana cara tujuan organisasi dapat dicapai.
·         Time Frame (Jangka waktu) : Longe term vs Short term
Rencana jangka panjang adalah rencana untuk jangka waktu lebih dari 3 tahun, sementara rencana jangka pendek adalah rencana untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun.
·         Specificity (Spesifikasi) : Directional vs Specific
Directional plans merupakan rencana yang masih dapat diubah sesuai dengan keadaan tetapi tetap memiliki garis pedoman yang general dan jelas, sementara specific plans merupakan rencana yang telah didefinisikan dengan jelas dan tidak dapat diubah.
·         Frequency of Use (Penggunaan) : Single use vs Standing
Single use plans merupakan rencana yang secara khusus dibuat untuk menghadapi kebutuhan akan suatu kejadian khusus, sementara standing plans merupakan rencana yang merupakan pedoman secara general untuk aktivitas-aktivitas pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus.

Sumber :
Robbins, Stephen P & Coulter, Marry. 2007. Management, ninth edition. Pearson International Editon.



No comments:

Post a Comment